THE MIRACLE OF DOÁ

Daarut Tauhiid AQIQAH, aqiqah bandung, aqiqah cianjur, aqiqah sukabumi, aqiqah bogor,aqiqah bekasi, aqiqah cikarang, aqiqah purwakarta, aqiqah subang, aqiqah sumedang, aqiqah tasikmalaya, aqiqah jogja
Sesungguhnya di antara pilar yang paling penting dalam pengasuhan adalah mendoakan anak. Doa ini menjadi sebelum dan sesudah hadirnya sang anak. Pada awal mulanya, orang tua berdoa agar Allah mengaruniakan padanya keturunan yang baik. Kemudian setelahnya, orang tua berdoa supaya Allah memberikan hidayah, kesalehan, istikamah dan tetap di atas agama; dalam rangka meneladani para nabi. Sebagaimana Allah memberitahukan tentang doa Nabi Ibrahim alaihis salaam :

رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Ash Shaffaat : 100)

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orangorang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)

Demikian pula dengan Nabi Zakaria alaihis salaam :
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
“Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (QS. Ali Imran : 38)

Ada juga doa dari „ibaadurrahman (hamba Allah yang sejati), yang dipuji oleh Allah,
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqon : 74)

Diantara karunia dan kemuliaan dari Allah adalah dijadikannya mustajab dan tidak tertolaknya doa dari orang tua untuk anak-anaknya. Seperti halnya yang disabdakan dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ,
“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizalimi.”

Berkaitan dengan hadits yang disebutkan di atas, hal yang sepatutnya pula dijadikan perhatian bagi orang tua adalah kewaspadaan untuk tidak mendoakan keburukan bagi anak-anaknya. Terlebih lagi dalam keadaan sedang emosi. Janganlah kedua orang tua tergesa-gesa mendoakan keburukan bagi anak-anaknya. Jika saja doanya dikabulkan, maka yang tersisa setelahnya hanyalah pahitnya penyesalan. Sungguh Nabi kita yang mulia shallallahu „alaihi wa sallam melarang kita melakukan hal tersebut. Beliau bersabda,

“Janganlah kalian mendoakan keburukan kepada diri kalian, janganlah mendoakan keburukan kepada anak-anak kalian, janganlah mendoakan buruk kepada harta-harta kalian, dan janganlah sampai (doa buruk kalian itu) bertepatan dengan waktu Allah ta‟ala mengabulkan doa, karena Allah akan mengabulkan doa kalian.”
Allah juga berfirman, ْ
وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا
“Dan Manusia (seringkali) berdoa untuk kejahatan sebagaimana (biasanya) dia berdoa untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesagesa.” (QS. Al Isra : 11)

Qotadah rahimahullah menafsirkan maksudnya adalah seseorang tersebut mendoakan (kejelekan) hartanya; ia melaknat harta dan anaknya. Sekiranya Allah mengabulkannya, maka Allah benar-benar akan membinasakan dirinya.
Abdurrahman As sa‟di rahimahullahu ta‟ala menuturkan, “Ini adalah di antara kebodohan manusia dan ketergesaannya dimana dia mendoakan dirinya, anaknya, hartanya dengan keburukan di kala marah. Dia terburu-buru berdoa dengan keburukan, sebagaimana dia bergegas saat berdoa dalam kebaikan.”

Sumber : Kitab Rakaiz Fii Tarbiyatil Abna

Instagram DT AQIQAH

Facebook DT AQIQAH

Youtube DT AQIQAH

Share this:

WhatsApp chat