TELADAN YANG BAIK UNTUK ANAK | DT AQIQAH Bandung

TELADAN YANG BAIK UNTUK ANAK

Diantara pilar yang paling penting dalam pendidikan anak ialah orang tua menjadi teladan bagi anak-anaknya. Jika orang tua memerintahkan mereka berbuat kebaikan maka orang tua harus bersemangat untuk menjadi yang paling bersegera mengerjakannya. Jika orang tua melarang anak-anak dari keburukan maka orang tua menjadi sosok yang paling menjauhi keburukan tersebut. Janganlah sampai ucapannya di satu lembah, berkebalikan dengan realita sikapnya yang berada di lembah yang lain, sehingga akan muncul di benak anak adanya kontradiktif dan kebingungan. Hal ini akan menyebabkan anak-anak mencampakkan perintah orang tua dan bersikap masa bodoh dengan pengarahan dan pendidikan orang tuanya. Hendaklah kita menghadirkan firman Allah ketika mencela keburukan pada Bani Israil,

أَتَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ ٱلْكِتَٰبَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
“Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?” (QS. Al Baqarah : 44)
Ingatlah pula penuturan Nabi Syu’aib kepada kaumnya di dalam firman Allah :

قَالَ يَٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّى وَرَزَقَنِى مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَآ أَنْهَىٰكُمْ عَنْهُ ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا ٱلْإِصْلَٰحَ مَا ٱسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِىٓ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
“Syu’aib berkata: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS. Hud : 88)

Terkait pembahasan ini, Allah juga menegur dalam firman-Nya,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُوا۟ مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Itu sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash Shaff : 2-3)
Sungguh para ulama menyebutkan bahwa keteladanan dengan tindakan itu lebih berpengaruh dan berkesan daripada hanya dengan bahasa lisan.

Sumber : Kitab Rakaiz Fii Tarbiyatil Abna

WA ADmin : bit.ly/InfoPaket-DT-AQIQAH

Instagram DT AQIQAH

Facebook DT AQIQAH

Youtube DT AQIQAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *