SETIAP ANAK YANG LAHIR DILAHIRKAN DI ATAS FITRAH

 

Sebagaimana orang tua memiliki hak, maka anak-anak juga mempunyai hak.” Ibnu Umar radhiyallahu anhu berkata, “Didiklah anakmu, sebab engkau akan ditanya terkait anakmu. Apa saja nilai yang telah engkau didik dan ajarkan. Anak juga kelak akan ditanya tentang bagaimana baktinya dan ketaatannya terhadapmu.”
Sebagaimana Allah mewasiatkan anak-anak untuk berbakti dan berbuat baik pada orang tuanya dalam firman-Nya :

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِن جَٰهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَآ ۚ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya.” (QS. Al Ankabut : 8)

Namun, orang tua juga diberi wasiat oleh Allah untuk selalu berbuat baik dengan mendidik dan mengajarkan adab pada anaknya. Allah juga berfirman :

يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِىٓ أَوْلَٰدِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۚ فَإِن كُنَّ نِسَآءً فَوْقَ ٱثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِن كَانَتْ وَٰحِدَةً فَلَهَا ٱلنِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَٰحِدٍ مِّنْهُمَا ٱلسُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُۥ وَلَدٌ ۚ فَإِن لَّمْ يَكُن لَّهُۥ وَلَدٌ وَوَرِثَهُۥٓ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ ٱلثُّلُثُ ۚ فَإِن كَانَ لَهُۥٓ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ ٱلسُّدُسُ ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِى بِهَآ أَوْ دَيْنٍ ۗ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An Nisa : 11)

Nabi kita yang mulia shallallahu „alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa orang tua memiliki pengaruh yang besar pada anak-anak mereka; dalam hal akidah, agama, akhlak dan watak mereka. Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Seperti halnya binatang yang melahirkan binatang yang sama secara utuh, adakah kamu menemukan adanya kebuntungan?”

Ini adalah permisalan yang begitu bermakna dan mudah dinalar logika. Binatang pada umumnya lahir dalam keadaan yang baik, selamat dari cacat dan aib. Adanya realita dimana hewan tersebut buntung ataupun terpotong tangan, telinga dan kakinya, maka sesungguhnya kecacatan itu hanyalah muncul karena pemiliknya ataupun penggembalanya, baik itu karena kelalaian penggembala atau perbuatan hewan itu sendiri.

Demikianlah ihwal anak, sesungguhnya anak kita dilahirkan di atas fitrah. Apabila anak belajar kedustaan, penipuan, kerusakan dan penyimpangan atau kemungkaran-kemungkaran lainnya, maka sungguh fitrahnya telah menyimpang; bisa jadi disebabkan buruknya dan ketidakpedulian pada pendidikan anaknya tersebut. Bisa jadi pula karena pengaruh sosial dari teman-teman yang buruk. Dikarenakan betapa penting dan agungnya amanah ini, kami sebutkan di sini pilar-pilar dan dasar-dasar yang selayaknya setiap orang tua memberi perhatian guna mendapatkan cita-cita yang mulia dan harapan yang istimewa yaitu: anak yang saleh dan salehah.

Sumber : Kitab Rakaiz Fii Tarbiyatil Abna

Share this:

WhatsApp chat