SENI DALAM MENASEHATI | DT AQIQAH Daarut Tauhiid Bandung

SENI DALAM MENASEHATI

aqiqah bandung murah, harga aqiqah bandung, souvenir aqiqah, dekorasi aqiqah,
aqiqah di bandung, aqiqah di bandung timur, aqiqah di bandung barat, paket aqiqah di bandung,
jasa aqiqah di bandung, domba aqiqah di bandung, layanan aqiqah di bandung,
harga aqiqah di bandung

Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan kita seni-seni dalam menasehati. Ada beberapa metode Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam menegur dan meluruskan kesalahan :

1. Meluruskan kesalahan dengan langsung mengarahkan Sebagaimana yang beliau terapkan pada Umar Bin Abi Salamah yang makan dengan adab yang kurang baik. Nabi shallallahu „alaihi wa sallam kemudian luruskan kesalahannya dengan pengarahan, “Wahai nak, sebutlah nama Allah makan dengan tangan kanan dan makanlah di hadapanmu (di dekatmu).” (Muttafaqun ‘Alaihi)

2. Meluruskan Kesalahan Dengan Isyarat Pernah suatu kali Al Fadhl bin Abbas yang sedang membersamai Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam, terkagum dengan kecantikan seorang wanita dari suku khats‟am yang sedang meminta fatwa kepada rasulullah. Kemudian Nabi memundurkan tangannya dan memegang dagu Al Fadhl lalu memalingkan wajahnya.

3. Meluruskan kesalahan dengan teguran keras. Nabi shallallahu „alaihi wa sallam pernah meluruskan kesalahan Abu Dzarr dengan teguran keras sembari mengatakan :
“Wahai Abu Dzar, apakah engkau mencelanya dengan menjelek-jelekkan ibunya. Sesungguhnya engkau adalah lelaki yang pada dirimu masih terdapat sifat jahiliyah.” Nabi shallallahu „alaihi wa sallam juga pernah langsung mengambil cincin emas yang dipakai sahabatnya, lalu langsung melemparkannya.

4. Meluruskan kesalahan dengan mendiamkan / boikot Nabi shallallahu „alaihi wa sallam dan para sahabat pernah melakukannya terhadap Ka‟ab Bin Malik yang tidak ikut perang tabuk, sampai 50 malam, hingga turun ayat yang mengabarkan bahwa Allah menerima taubatnya. Dalam dunia psikologi, ini dinamakan TIME OUT.

5. Meluruskan kesalahan dengan pukulan. Nabi shallallahu „alaihi wa sallam perintahkan jika sampai usia 10 tahun, anak tidak mau shalat, maka beri pukulan. Sebagaimana dijelaskan oleh para ulama, memberi hukuman pukulan disini pun ada syarat-syaratnya yang harus diperhatikan, diantaranya sebagai berikut :

– Boleh memukul jika cara-cara yang sebelumnya disebutkan telah diterapkan.
– Tidak boleh memukul di saat kemarahan memuncak.
– Jangan memukul di wajah, perut dan dada.
– Jika baru sekali anak melakukan kesalahan, jangan langsung dipukul, tapi beri kesempatan dulu untuk bertaubat dan berjanji untuk tidak mengulanginya.
– Pukulan pertama pada anak belum baligh, hendaknya tidak keras. Untuk awal hanya sekali atau dua kali pukulan saja di kaki atau tangan. Kalau sudah baligh, jika dirasa kurang, maka bisa ditambah frekuensinya.
– Orang yang memukul harus diri kita sendiri sebagai orang tua. Jangan diwakilkan pada kakak atau adiknya, karena bisa menimbulkan balas dendam.

“Termasuk pula dalam bab memberikan pesan dan nasehat kepada anak-anak adalah orang tua menjauhkan anaknya dari segala sesuatu yang merusak akhlak mereka dan agama mereka.”

Sumber : Kitab Rakaiz Fii Tarbiyatil Abna

WA ADmin : bit.ly/InfoPaket-DT-AQIQAH

Instagram DT AQIQAH

Facebook DT AQIQAH

Youtube DT AQIQAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *