Pertumbuhan Anak di dalam Rahim Bunda

Pertumbuhan Anak di dalam Rahim Bunda

Allah memerintahkan kita untuk berbakti kepada orangtua, khususnya Bunda. Bunda telah merawat kita sejak bayi hingga saat ini. Bukan hanya itu, sebelum kita lahir Bunda mengandung kita dengan susah payah. Apakah teman teman tahu bagaimana kita bisa terlahir? Sebelum terlahir, kita berada di dalam perut bunda selama kurang lebih sembilan bulan. Ketika di dalam perut bunda, kita masih berbentuk janin yang awalnya sangat kecil

Janin itu kemudian  tumbuh menjadi lebih besar dan akhirnya terlahir. Bagaimana ya proses pertumuhna janin tersebut di dlam perut bunda? Ilmu pengetahuan menemukan proses pembentukan janin manuisa baru beberapa tahun yang lalu. Namun sebenarnya Al-Qur’an telah menjelaskan proses pembentukan janin lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Hingga ada ilmuwan barat yang takjub atas hal itu. Ilmuwan tersebut adalah Prof.Keith L Moore. Beliau adalah guru besar Departemen Anatomi dan Biologi Sel Universitas Toronto, Amerika.

“Saya tak tahu apa-apa tentang agama, namun saya meyakini kebenaran fakta yang terkandung dalam Al-Qur’an dan sunah,” kata beliau yang terkagum-kagum dengan firman Allah dalam Al-Qur’an. Allah menjelaskan perkembangan janin manuisa dengan sangat rinci.

Allah telah menjelaskan tentang pertumbuhna janin di dlam perut bunda tahap demi tahap. Padahal janin di dalam perut bunda tidaklah terlihat begitu saja dengan mata. Proses penciptaan di alam rahim hanya dapat dilihat dengan alat-alat itu baru ditemukan beberapa tahun terakhir.

Hal ini juga merupakan bukti bahwa Al-Qur’an bukanlah karangan Rasulullah. Bagaimana Rasulullah mengetahui secara rinci mengenai perkembangan janin? Sedangkan saat itu belum ada peralatan canggih seperti sekarang. Tentu dari Allah lah Rasulullah mendapatkan pengetahuan tersebut. Allah menjelaskan dalam Al-quran surat Al-Mu’minun Ayat 12-14.

“Dan, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan). Kemudian, ari mani itu Kami jadikan segumpal darah. Lalu, segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami Kami bungkus daging. Kemudian, Kami jadikan dia Makhluk yang (berbentuk) lain ….” dari ayat tersebut kita tahu bahwa janin dalam rahim terbentuk dalam enam fase.

Tahap pertama penciptaan janin disebut sulalah dimulai dari saripati mani. Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan “dari saripati air yang hina (air mani)”

Tahap selanjutnya disebut ‘alaqoh. “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah (‘alaqoh).” ‘Alaqoh berarti juga nama dari binatang kecil yaitu sebangsa lintah

Bentuk janin pada fase ini sangat mirip sekali dengan binatang lintah tersebut. Bahkan kalau keduanya di foro bersamaan, kita akan sulit membedakannya..

Tahap ketiga, Mudghah (segumpal Daging). Dalam lanjutan surat Al-Mukminun dijelaskan “Lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging.”

Tahap Keempat ditandai dengan muncul dan tumbuhnya tulang. “ Dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang.” Para ahli medis telah menyimpulkan bahwa tulang itu muncul terlebih dahulu. Setelah itu barulah muncul daging yang membungkusnya. Ini hanya baru diketahui oleh pra ahli pada zaman sekarang, itu pun dengan bantuan alat-alat modern.

Tahap kelima, pembungkusan tulang dengan daging. “ lalu tulang belulnag itu Kami bungkus dengan daging …”. Allah menciptakan tulang sebelum daging, karena daging membutuhkan tulang untuk tempat menempelnya.

Tahap keenam adalah perubahan janin ke bentuk yang lain. “ kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain …” dalam sebuah hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ Seseorang dari kamu ditempatkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi ‘alaqah selama itu pula (40 hari), kemudian menjadi Mudhghah selama itu pula (40 hari); kemudian Allah mengutus seorang malaikat lalu diperintahkan empat kalimat (hal), dan dikatakan kepadanya : Tullislah amal,rizki dan ajalnya, serta celaka atau bahagia-(nya) ; kemudian ditiupkan ruh padanya.” (Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari dari ‘Abdullah)

Begitulah, proses penciptaan janin di dalam rahim seorang bunda, hingga akhirnya kita terlahir ke dunia. Sungguh Mahasuci Allah, Pencipta Yang Paling Baik

Sumber :

Majalah Anak ; Bilal, Menyemai Iman, Merangkai Adab

Pengunjung Juga Mencari:

  • bayi atau janin yang berada dalam rahim akan terlindung dari bahaya guncangan oleh
  • bati dalam rahim akan terlindung dari guncangan oleh

7 thoughts on “Pertumbuhan Anak di dalam Rahim Bunda

    1. Masih bisa bpak,
      secara syariatnya memang utama nya di 7 hari setelah kelahiran.
      namun jika keluarga di waktu 7 hari tersebut belum bisa mengaqiqahkan anaknya,
      maka diperbolehkan krena ada pertimbangan mungkin dari segi ekonomi dan lain hal,
      sehingga keluarga belum bisa mengaqiqahkan anaknya

  1. Bismillah, ijin tanya
    Apakah hukumnya jika sampai meninggal tapi belum aqiqah? apakah boleh aqiqah atas nama almarhum oleh anak/saudara yg masih hidup
    Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *