MENJADI DERMAWAN DENGAN LEBIH MENDAHULUKAN SAUDARANYA DARIPADA DIRINYA SENDIRI | DT AQIQAH Bandung

MENJADI DERMAWAN DENGAN LEBIH MENDAHULUKAN SAUDARANYA DARIPADA DIRINYA SENDIRI


Anak-anak pada fase pertama memiliki keistimewaan menyukai kepemilikan. Itu merupakan naluri yang melekat pada setiap anak manusia. Oleh karena itu kedua orang tua hendaknya mengarahkan naluriah tersebut dengan menanamkan kebaikan kaum Anshar, yang dipuji Allah dalam firman-Nya:
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.” (QS.al-Hasyr:9)
Bentuk itsar (mendahulukan orang lain) mereka atas diri mereka sendiri adalah tatkala orang-orang muhajirin datang ke Madinah, orang-orang Anshor pun menyambut mereka dengan pemuliaan, penghormatan, dan sikap itsar dengan harta mereka. Menanamkannya pada diri mereka dengan praktek langsung maupun tidak langsung, seperti dengan menyampaikan kisah-kisah yang mendorong untuk melakukan itsar.
Contoh Praktis Dan Kisah Yang Menunjukkan Pentingnya Membekali Anak Dengan Itsar Dalam Membangun Kepribadian

1. “Ketika kaum Muhajirin tiba di Madinah, Rasulullah – shalallahu alaihi wasallam- mempersaudarakan antara Abdurrahman Ibn Auf dengan Sa’ad Ibn ar-Rabi’. Berkatalah Sa’ad kepada Abdurrahman Ibn Auf:
“Aku adalah orang Anshar yang paling berharta. Hartaku aku bagi dua denganmu. Aku juga memiliki dua istri, lihat mana yang engkau sukai dari keduanya dan katakan kepadaku, aku akan menceraikannya, jika selesai masa iddahnya (Iddah adalah masa tunggu seorang wanita setelah cerai dari suaminya. Pada masa itu sang wanita tidak boleh dipinang atau menikah. Waktunya tiga kali masa haidh atau suci dari haidh) nikahilah dia.”
Abdurrahman menjawab:
“Semoga Allah memberkahi dirimu, keluarga dan hartamu (Abdurrahman menolak dengan halus) . Di mana pasar kalian?”
Orang-orang menunjuk pasar Bani Qoinuqo. Tidak berselang waktu, Abdurrahman sudah memiliki kelebihan sandang dan makanan.” (Al-Bukhari no.3780. Fathul Bâri 7/486)

Dikeluarkan oleh al-Bukhari dari Abu Hurairah – radiallahu’anhu-, dia berkata:
“Orang-orang Anshar berkata kepada Nabi -shalallahu alaihi wasallam-:
‘Bagikanlah pohon-pohon kurma kami kepada saudara- saudara kami Muhajirin!’
Nabi berkata: “Cukup bagi kami pengayoman dari hasil buahnya?”
Para Anshar berkata: “Kami dengar dan kami taati.” (Al-Bukhari no.3782 Bâr Ikha an-Nabi Muhajirin wal Anshar. Al- Fath 7/486)

Contoh Praktis
Putra/putri Ayah dan Bunda memiliki uang di tabungannya. Pada suatu hari ajaklah dia bersama anda mengunjungi lembaga sosial yang memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang fakir dan terlantar. Berinfaklah anda di hadapannya. Diperjalanan sekembalinya dari sana, ceritakan mengenai penderitaan anak-anak yang seumur dengannya, kemudian usulkan bagaimana jika besok dia sendiri yang berinfak walau sedikit. Anda akan dapatkan dia begitu peduli tanpa ragu. Hal itu karena dia melihat praktek nyata di hadapannya.
Contoh lainnya jika putra/puteri Ayah dan Bunda mempunyai makanan dalam keadaan engkau lapar, sedangkan temanmu juga merasa lapar seperti kamu. Maka dalam kondisi yang demikian, jika engkau berbuat itsar, sungguh engkau terpuji dengan perbuatan itsarmu ini.

Sumber : Buku 30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama, Oleh Salim Sholih Ahmad Ibn Madhi

 

SUMBER : GenerasiBacaParenting

WA ADmin : bit.ly/InfoPaket-DT-AQIQAH

Instagram DT AQIQAH

Facebook DT AQIQAH

Youtube DT AQIQAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *