MEMILIHKAN NAMA YANG BAIK

Daarut Tauhiid AQIQAH, aqiqah bandung, aqiqah cianjur, aqiqah sukabumi, aqiqah bogor,aqiqah bekasi, aqiqah cikarang, aqiqah purwakarta, aqiqah subang, aqiqah sumedang, aqiqah tasikmalaya, aqiqah jogja

Diantara perkara yang dapat membantu dalam pendidikan anak, adalah dengan memilihkan namanama yang baik untuk anak-anaknya. Dimana nama baik ini akan mengikat anak kita dengan ketaatan pada Allah. Semisal engkau memberi nama : ‘Abdullah, ‘Abdurrahman, Muhammad dan Shalih. Dengan nama-nama yang baik semisal ini, yang akan mengingatkannya dengan kesalehan, ibadah dan dengan sesuatu yang dipuji atasnya. Begitulah, nama akan menjadi pengaruh pada umumnya. Sebagaimana dikatakan dalam pepatah,

“Setiap orang akan mendapat pengaruh dari namanya” Nabi shallallahu ‘alaihi wallam bersabda :
“Sesungguhnya nama kalian yang paling dicintai di sisi Allah adalah „Abdullah dan „Abdurrahman.”
Selaras dengan hal ini, orang tua harus menjelaskan kepada anak apakah arti dari namanya dan terangkan pula kenapa namanya ini dicintai Allah. Misalnya, jika nama anak kita ‘Abdullah, maka engkau katakan padanya, “Engkau adalah hamba milik Allah, yang menciptakanmu, menjadikanmu, dan memberi nikmat kepadamu dengan nikmat yang sangat banyak. Nama ini juga yang akan melazimkan untuk menjadi pribadi yang bersyukur dan orang yang taat atau yang semisal dengan ungkapanungkapan ini.

Diantara hal yang patut diambil hikmahnya adalah kenyataan bahwa di antara paman Nabi yang hidup di zaman dakwah Islam adalah 4 orang: Abu Thalib, Abu Lahab, Hamzah, dan Al-‘Abbas. Paman yang tidak masuk Islam adalah Abu Thalib yang nama aslinya „Abdu Manaaf dan Abu Lahab yang nama aslinya „Abdul „Uzza. Adapun yang menjadi poin “pembelajaran” sebagaimana maksud di atas adalah nama-nama keduanya adalah di antara nama yang mengandung kesyirikan. Oleh karenanya, memberikan nama yang baik untuk anak adalah sangat penting. Jangan sampai memberikan nama-nama yang terlarang. Carilah nama-nama yang baik karena dengan nama itulah kita akan dipanggil di hari perhitungan kelak.

Jika William Shakespeare pernah berkata, “What‟s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.” –Apalah arti sebuah nama? Seandainya kita memberikan nama lain dari Mawar, maka ia akan tetap berbau wangi. Maka kita jawab : Islam memandangnya dengan sangat penting dan sangat berarti. Apa buktinya? Nabi shallallahu „alaihi wa sallam mengganti nama kota Yatsrib (yang maknanya celaan) diganti dengan Thobah / Thoyyibah (yang artinya kebaikan).

“Manusia sedang berbincang-bincang mengenai Yatsrib dan Madinah, lalu Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta ‘ala menamainya dengan Thabah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengganti nama seseorang yang bernama Hazn, diganti menjadi dengan Sahl.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Siapakah namamu?” ayahku menjawab; “(namaku) Hazn (sedih).” Beliau bersabda, “(namamu) adalah Sahl (mudah).” Ayahku berkata, “Tidak, aku tidak akan mengubah nama yang pernah diberikan oleh ayahku.” Ibnu Musayyib berkata, “Maka ia masih saja terlihat sedih ketika bersama kami setelah peristiwa itu.”18 Ketika perjanjian Hudaibiyah, dari kaum musyrikin diwakili seorang bernama Suhail bin ‘Amr. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,
“Sungguh urusan kalian akan menjadi mudah.”

Begitulah, Islam sangat memandang penting tentang pemberian nama, yang merupakan harapan dan doa. Nama anak juga sebagai “tanda” tentang siapakah dan bagaimanakah orang tuanya. Yang berambisi pada sepak bola, akan memberi nama anaknya pemain bola. Yang terobsesi pada artis musisi, akan memberi nama artis yang diidolakannya. Orang tua yang berorientasi pada orang-orang saleh, akan memberikan nama yang terinspirasi dari mereka. Lantas, kita orang tua jenis yang mana? Islam sangat memandang penting soal nama, sehingga orang tua disarankan untuk segera memberikan nama untuk anaknya.

Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah menuturkan, “Terdapat dalam sunnah Nabi shalllallahu „alaihi wa sallam bahwa pemberian nama itu ada tiga waktu : Pada hari kelahiran, pada hari ketiga dari hari kelahiran, dan pada hari ketujuh dari kelahiran. Perbedaan ini adalah perbedaan variatif dan dalam hal ini ada kelonggaran untuk memilih salah satunya.”20 Dalam mentarbiyah anak, memilihkan nama yang baik bagi anak adalah sebuah hal yang krusial. Betapa berartinya nama yang baik buat anak kita. Untuk mendapat inspirasi tentang pemberian nama, Ayah Bunda bisa merujuk kitab Tasmiyatul Maulud karya Syaikh Bakr bin Abu Zaid.

“Carilah nama-nama yang baik karena dengan nama itulah kita akan dipanggil di hari perhitungan kelak.”

Sumber : Kitab Rakaiz Fii Tarbiyatil Abna

Instagram DT AQIQAH

Facebook DT AQIQAH

Youtube DT AQIQAH

Share this:

WhatsApp chat