MAKNA BAHAGIA – DT AQIQAH Bandung Daarut Tauhiid

MAKNA BAHAGIA

Bahagia adalah sebuah perasaan. Ia adalah sebuah ungkapan kata yang sulit didefinisikan. Bahagia adalah sesuatu yang maknawi, sebuah perasaan yang lahir dalam hati, membawa berjuta makna.

Orang yang bahagia maksudnya adalah orang yang merasakan kepuasan dan qana’ah. Bahagia adalah perasaan yang dapat dirasakan oleh siapa saja yang menjaga amal wajib dan amal sunnat. Perasaan yang dirasakan oleh orang yang berdzikir mengingat Allah, orang yang baik dan selalu menjaga  shalatnya.  Bahagia  ini  dirasakan  oleh  orang yang mengenal Allah dan merasakan jejak-jejak nikmat-Nya pada dirinya.

Sesungguhnya seorang insan akan merasakan kebahagiaan ini pada amal shalih, kesehatan, fisik normal yang bisa digunakannya untuk menegakkan kebenaran, membantu orang lain, perealisasian keselamatan dan pergaulan yang baik.

Kebahagiaan dapat dirasakan oleh seorang insan pada cinta yang tulus, kehidupan yang baik, anak-anak yang shalih. Dirasakan oleh seorang lelaki pada istri yang shalihah, apabila ia melihatnya akan membuatnya bahagia, apabila ia menyuruhnya maka akan ditaati, apabila ia tidak di sampingnya maka si istri akan menjaga harta dan kehormatannya. Dan seorang wanita akan merasakan kebahagiaan pada suami yang shalih dan mencintai dirinya, bertakwa kepada Allah dalam memperlakukan dirinya.

Dan kebahagiaan mereka berdua akan bertambah dengan hadirnya anak-anak yang shalih, yang berbakti pada kedua orang tuanya dan mendoakan keduanya sesudah wafat.

Sesungguhnya kebahagiaan tidak dapat dikejar dengan harta dan tidak pula dengan emas. Rumah sederhana yang membuat seorang istri tersenyum lebih baik baginya daripada istana yang hanya membuatnya menangis.

Kebahagiaan itu akan mengantarkannya kepada kebahagiaan yang kekal abadi di dalam jannah yang penuh kenikmatan. Sesungguhnya kebahagiaan dalam kehidupan rumah  tangga lebih baik daripada kebahagiaan dalam bentuk harta dan ketenaran. Sukses meraih ridha Allah merupakan tujuan yang paling mulia dan  paling  tinggi. Bahkan kebahagiaan dalam rumah tangga merupakan salah satu anak tangga dalam meraih kebahagiaan yang kekal abadi.

Wahai saudariku yang kucintai, sesungguhnya kebahagiaan adalah cita-cita setiap orang yang berakal. Bergegaslah meraihnya dan carilah kebahagiaan itu bersama suamimu, bersama anak- anakmu, bersama keluargamu dan bersama siapa saja yang bergaul denganmu. Dengan cara membantu mereka, mencintai mereka dan menuntun tangan mereka kepada perkara yang dicintai Allah.

Berjalanlah bersama suamimu di atas jalan kebahagiaan dengan tenang, thuma’ninah dan kasih sayang serta dengan mendidik anak-anak menjadi shalih, saling bahu membahu antara kalian berdua dalam mengerjakan ketaatan. Ciptakanlah suasana rumah tangga yang tenang yang membantu dalam ketaatan, suasana rumah tangga yang kondunsif, tidak membuat penat dan tidak membuatmu bosan dalam melaksanakan tanggung jawab. Suasana yang menambah kebahagiaan dari setiap pekerjaan yang engkau lakukan, karena bertambahnya semangatmu dalam meraih pahala kebaikan di sisi Allah Rabbul Bariyyaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *