Keshalihan Orangtua Penentu Keshalihan Anak | DT Aqiqah Daarut Tauhiid

Keshalihan Orangtua Penentu Keshalihan Anak

Langkah pertama dalam menshalihkan anak adalah keshalihan orang tua. Dengan keshalihan keduanya, anak-anak akan menjadi baik. Anak-anak tumbuh sesuai apa yang dibiasakan orang tuanya.

Penyebutan ibu di dahulukan dari pada ayah karena tanggungjawab terbesar dalam pendidikan anak berada di pundak ibu, mengingat kebersamaannya yang lebih lama dengan anak-anak.

Mendidik anak-anak agar tumbuh mencintai dan
mengamalkan agama ini. Generasi yang demikian haruslah tumbuh dari tanah yang baik dan subur, sebagaimana yang dikatakan oleh as-Syaukhi:
Ibu adalah madrasah jika engkau mempersiapkannya berarti telah menyiapkan generasi yang harum namanya.
Ibulah madrasah pertama yang menelurkan ulama, dai dan mujahid-mujahid pemberani. Karenanya ibu (istri) solehah amatlah penting dalam membangun masyarakat dan melahirkan generasi yang diberkahi. Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- pun mendorong dan memotivasi hal ini dengan sabdanya :
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.
“Wanita dinikahi karena empat hal, karena hartanya,
keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah agamanya maka engkau tidak akan menyesal.”

Benar…
Beruntunglah engkau yang memilih istri solehah lagi berilmu, sehingga melahirkan untuk umat ini ulama. Beruntunglah engkau yang memilih istri mujahidah (pejuang), sehingga melahirkan untuk umat ini para kesatria. Beruntunglah engkau yang memilih istri pendakwah, sehingga melahirkan untuk umat ini para juru dakwah. Beruntunglah engkau yang memilih istri yang ahli ibadah, sehingga melahirkan untuk umat ini para ahli ibadah.
Beruntunglah engkau…
Karenanya para ibu memiliki peran besar dan agung dalam membangun kepribadian anak dan dalam mendidik mereka agar mengamalkan agama ini.

Demikian juga para ayah, yang memiliki peran besar yang tidak lebih kecil dari peran ibu. Peran ayah sebagai pemimpin, mengarahkan orang-orang yang dalam kepemimpinannya agar senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allah SWT. Maka diperlukan sosok ayah yang berilmu dilandasi keimanan yang mantap. Selain sebagai pemimpin dalam keluarga, peran ayah yaitu pencari nafkah yang wajib membawa nafkah yang halal dan thoyyib untuk istri dan anak-anaknya.

Para orang tua hendaknya memperhatikan perkara penting yang memiliki pengaruh besar pada kepribadian anak yaitu interaksi antara orang tua. Interaksi antar kedua orang tua adalah pendidikan harian yang disaksikan langsung oleh anak-anak di depan mata mereka.
Yang Semestinya dilakukan orang tua:

  1. Hendaknya keduanya saling menghargai, terkhusus jika berada di hadapan anak-anak.
  2. Tidak mempertontonkan perselisihan keduanya dihadapan anak-anak.
  3. Mengikuti petunjuk Nabi dalam hak-hak pergaulan serta saling komitmen di antara ayah dan ibu dengan hak-hak masing-masing.

Contoh Praktis Pentingnya Kesalehan Ibu Dan Ayah Dalam Membangun Kepribadian Anak

Ibu senantiasa menghentikan segala aktivitas ketika mendengar kumandang azan dan meminta anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Menjelaskan kepada mereka bahwa Allah subhânahu wata’âla- akan mencintai kita jika kita menunaikan shalat tepat pada waktunya. Kemudian segera berwudu dan melaksanakan shalat.
Dengan demikian anak-anak akan tumbuh sedari dini melaksanakan shalat tepat pada waktunya…kenapa? karena mereka telah belajar sejak kecil bahwa siapa yang melaksanakan shalat pada waktunya akan dicintai oleh Allah. Ini membantu dalam memudahkan anak merealisasikannya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *