Kecewa, Ternyata Istri Tidak ‘Sesuci’ yang Didambakan

 

Menyadari kenyataan bahwa seseorang yang kita cintai tidak sesempurna yang kita bayangkan memang mengecewakan. Apalagi jika dia telah berbuat hal-hal yang sangat prinsipil menurut kita, wajarlah jika kemudian timbul rasa marah serta benci kepadanya. Kemarahan ini menunjukkan kekecewaan yang mendalam yang kita rasakan akibat perbuatannya tersebut. Anda memang punya hak untuk marah, namun membiarkan kemarahan dan kekecewaan menguasai jiwa kita sebenarnya hanya akan menggelisahkan jiwa, memperkeruh hati dan memperburuk permasalahan.

Oleh karena itu dalam hal ini sebaiknya anda meredakan dulu kemarahan dengan mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak ibadah. Dengan hati tenang maka akan lebih besar peluang kita dalam menyelesaikan permasalahan dan tidak dibutakan akal kita dengan emosi. Selanjutnya renungkanlah permasalahan ini. Sebagai manusia kita menyadari bahwa tidak ada orang yang luput dari kesalahan. Begitupula anda dan istri anda. Memang bentuk kesalahan tersebut berbeda dalam bentuk dan proporsinya. Namun harus kita sadari bahwa setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan dan tidak ada manusia yang sempurna. Ini adalah sifat yang sangat manusiawi sekali dan menunjukkan kelemahan dan keterbatasan yang menjadi ciri khas manusia. Begitupula dengan istri anda dia punya masa lalu yang tidak semuanya baik dan ini justru menunjukkan sifat kemanusiawiannya.

Allah menyadari benar akan sifat makhluknya yang rentan dalam berbuat salah oleh karena itu Dia membuka selebar-lebarnya pintu maaf dan ampunan bagi ciptaan-Nya yang lemah tersebut dan membuka begitu banyak pintu serta jalan bagi hambanya untuk dapat memperbaiki kesalahannya.

Bukankah sebelum mendapat kabar keburukan istri, anda tidak banyak mengeluhkan tentang dia? Artinya sejauh yang anda kenal istri anda telah berusaha menjadi istri dan ibu yang baik bagi anda dan putra anda. Tidakkah itu cukup untuk menunjukkan bahwa sebenarnya dia seorang yang baik, hanya saja di masa lalunya ia pernah tergelincir dalam dosa. Cobalah untuk mengingat segala kebaikan yang sudah dilakukannya selama ini dan jadikan itu sebagai pintu untuk membukakan pintu maaf baginya. Apa yang sudah terjadi tidak dapat kita rubah oleh karenanya yang seharusnya kita lakukan adalah menerima apa yang telah berlalu.

Setelah emosi anda mereda coba renungkan kembali dengan hati tenang. Mengapakah teman anda tersebut begitu antusias membuka aibnya dihadapan semua orang? Tidakkah dia memang bermaksud menghancurkan anda sekeluarga? Tidak ada keuntungan baginya dengan membuka aibnya dan istri anda selain untuk menimbulkan perselisihan dalam keluarga anda dan menyakiti istri anda. Mungkin dia iri karena pada akhirnya andalah yang mendapatkan wanita yang menjadi idamannya.

Membiarkan anda dalam kemarahan memang tujuannya. Janganlah anda terpancing, semakin dalam kemarahan anda dan semakin kacau rumah tangga anda akan membuat teman tersebut semakin senang. Lantas apa keuntungannya bagi anda untuk membiarkan orang tersebut merasa senang serta membiarkan istri dan anak anda sengsara serta rumah tangga berantakkan?

Konsultasi Keluarga

Diasuh oleh Ibu Rr. Anita Widayanti, SPsi.

 

Share this:

WhatsApp chat