Hewan yang Diperbolehkan untuk Kurban | DT AQIQAH Daarut Tauhiid Bandung

Hewan yang Diperbolehkan untuk Kurban

Hewan kurban hanya boleh dari jenis bahimatul an’am (hewan ternak). Dalilnya adalah firman Allah SWT dalam Al-Qur’an :

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ

“Dan bagi setiap umat, Kami berikan tuntunan berkurban agar kalian mengingat nama Allah atas rezeki yang dilimpahkan kepada kalian berupa hewan-hewan ternak (bahimatul an’am).” (QS. Al Hajj: 34).

Dalam bahasa Arab, yang dimaksud bahimatul an’am hanya mencakup tiga jenis binatang yaitu: unta, sapi, atau kambing.
Oleh karena itu, berkurban hanya sah dengan tiga hewan tersebut dan tidak boleh selain itu. Bahkan sekelompok ulama menukilkan adanya ijma’ (kesepakatan) bahwasanya kurban tidak sah kecuali dengan hewan-hewan tersebut (Shahih Fiqih Sunnah, II:369 dan Al-Wajiz hal. 406)
Syekh Ibnu ‘Utsaimin mengatakan, “Bahkan jika seandainya ada orang yang berkurban dengan jenis hewan lain yang lebih mahal dari pada jenis hewan ternak tersebut maka kurbannya tidak sah. Andaikan dia lebih memilih untuk berkurban seekor kuda seharga 10.000 real sedangkan seekor kambing harganya hanya 300 real maka kurbannya (dengan kuda) itu tidak sah…” (Syarhul Mumti’ III:409)

Hukum Kurban Kerbau

Para ulama menyamakan kerbau dengan sapi dalam berbagai hukum dan keduanya dianggap sebagai satu jenis (Mausu’ah Fiqhiyah Quwaithiyah 2:2975).
Ada beberapa ulama yang secara tegas membolehkan berkurban dengan kerbau. Baik dari kalangan Syafi’iyah, (Hasyiyah Al-Bajirami) maupun dari madzhab Hanafiyah (Al-‘Inayah Syarh Hidayah 14:192 dan Fathul Qodir 22:106).
Mereka menganggap keduanya satu jenis. Syekh Ibn Al-Utasimin pernah ditanya tentang hukum kurban dengan kerbau. Mengenai “Kerbau dan sapi memiliki perbedaan adalam banyak sifat sebagaimana kambing dengan domba. Namun, Allah telah merinci penyebutan kambing dengan domba tetapi tidak merinci penyebutan kerbau dengan sapi, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-An’am ayat 143 :

ثَمَٰنِيَةَ أَزْوَٰجٍ ۖ مِّنَ ٱلضَّأْنِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْمَعْزِ ٱثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ نَبِّـُٔونِى بِعِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

“(yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang domba, sepasang dari kambing. Katakanlah: “Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?” Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar”

Apakah boleh berqurban dengan kerbau?” Beliau menjawab:”Jika kerbau termasuk (jenis) sapi maka kerbau sebagaimana sapi namun jika tidak maka (jenis hewan) yang Allah sebut dalam Al-Qur’an adalah jenis hewan yang dikenal orang Arab, sedangkan kerbau tidak termasuk hewan yang dikenal orang Arab.” (Liqa’at Bab al-Maftuh 200/27)

Dalam situs resmi Syekh Shaleh Al-Fauzan, disebutkan salah satu pertanyaan yang disampaikan kepada beliau, “Apakah kerbau juga termasuk jenis bahimatul an’am (3 hewan ternak)? Beliau menjawab: “Kerbau termasuk salah satu jenis sapi.”

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa berkurban dengan kerbau hukumnya sah, karena kerbau sejenis dengan sapi. Wallahu a’lam.

Seekor Kambing untuk Satu Keluarga

Seekor kambing cukup untuk kurban satu keluarga, dan pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sebagaimana ditunjukkan dalam hadits dari Abu Ayyub radhiyallahu’anhu yang mengatakan, ”Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai kurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi dan beliau menilainya shahih, Minhaajul Muslim, hal. 264 dan 266).

Oleh karena itu, tidak selayaknya seseorang mengkhususkan kurban untuk salah satu anggota keluarganya tertentu, misalnya kurban tahun ini untuk bapaknya, tahun depan untuk ibunya, tahun berikutnya untuk anak pertama, dan seterusnya. Sesungguhnya karunia dan kemurahan Allah sangat luas maka tidak perlu dibatasi. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkurban untuk dirinya dan seluruh umatnya. Suatu ketika beliau hendak menyembelih kambing kurban, sebelum menyembelih beliau mengatakan:ِ

“Ya Allah ini (kurban) dariku dan dari umatku yang tidak berkurban.” (HR. Abu Daud No. 2810 dan Al-Hakim 4:229. Dishahihkan Syekh Al-Albani dalam Al-Irwa’ 4:349).
Berdasarkan hadits ini, Syekh Ali bin Hasan Al-Halaby mengatakan, ”Kaum muslimin yang tidak mampu berkurban, mendapatkan pahala sebagaimana orang berkurban dari umat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Ahkamu Al-‘Idain, hlm. 79)
Adapun yang dimaksud “kambing hanya boleh untuk satu orang, sapi untuk tujuh orang, dan unta sepuluh orang” adalah biaya pengadaannya. Biaya pengadaan kambing hanya boleh dari satu orang, biaya pengadaan sapi hanya boleh dari maksimal tujuh orang dan kurban unta hanya boleh dengan jumlah maksimal sepuluh orang. Namun seandainya ada orang yang hendak membantu orang lain yang kekurangan biaya untuk membeli hewan, maka diperbolehkan dan tidak mempengaruhi status kurbannya. Status bantuan di sini adalah hadiah bagi shohibul kurban.

Apakah harus izin terlebih dahulu kepada pemilik hewan? Jawabnya: Tidak harus, karena dalam transaksi pemberian sedekah maupun hadiah tidak dipersyaratkan memberitahukan kepada orang yang diberi sedekah maupun hadiah. Wallahu a’lam.

Yuk, beli hewan qurban di DT Aqiqah aja !

  • Gratis ongkir untuk Bandung Raya
  • Gratis biaya pemeliharaan
  • 10% keuntungan di infaqkan untuk anak yatim dan dhuafa
  • Membantu peternak kecil di desa

Qurban mudah, berkah sesuai syari’ah.

Informasi layanan pemesanan hewan qurban hubungi kami :
0812-2370-0166
0877-2217-8337

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *