DOA MERUPAKAN PUNCAK DARI SEGALA MACAM TEORI PARENTING

Daarut Tauhiid AQIQAH, aqiqah bandung, aqiqah cianjur, aqiqah sukabumi, aqiqah bogor,aqiqah bekasi, aqiqah cikarang, aqiqah purwakarta, aqiqah subang, aqiqah sumedang, aqiqah tasikmalaya, aqiqah jogja

 

Doa merupakan puncak dari segala macam teori parenting. Boleh saja kita belajar parenting (selagi tak bertentangan dengan syariat) hingga ke penjuru dunia ataupun mengeluarkan banyak harta untuk mendidik anak tercinta. Semuanya sah-sah saja, sebab ini bagian dari ikhtiar kita „mengambil sebab‟ sebagai orang tua, akan tetapi yang harus digarisbawahi bahwa kebaikan yang ada pada anak kita, semuanya berasal dari Allah semata. Oleh karenanya, kita sangat butuh akan taufik dan hidayah dari Allah. Ibnul Qayyim rahimahullah menuturkan, “Segala macam kebaikan itu asalnya adalah taufik dari Allah.”

Menyoal tentang pengaruh doa orang tua kepada anak, maka kita teringat dengan kisah seorang ibunda yang begitu marah melihat anaknya menaburkan tanah atau pasir di atas jamuan makan, yang telah berlelah-lelah dibuatnya.
“Pergilah…! Semoga Allah menjadikanmu Imam Masjid Haramain.” Begitulah doa baik dari sosok ibunda yang sangat marah pada anaknya. Walhasil, kini anak tersebut menjadi koordinator Imam Masjidil Haram; Syaikh Abdurrahman As Sudais hafizhahullahu namanya. Betapa doa seorang ibu begitu mustajab. Semarah apapun kita pada anak kita, mari doakan yang baik-baik untuk mereka. Sebab doa orang tua itu begitu mustajab.

Lain halnya dengan kisah Juraij. Sang ahli ibadah itu, sempat diterpa fitnah. Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad mencantumkan detail kisahnya. Syahdan, ibunda Juraij memanggil dirinya yang sedang beribadah. Akan tetapi, tiga kali memanggil, namun tak ada respon dari Juraij. Hingga ibundanya pun begitu marah.

Lantas berdoa,
“Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij, hingga wajahmu dihadapkan di depan pelacur.” Benar saja, Juraij dituduh telah menghamili seorang wanita pelacur, hingga orang-orang menghancurkan tempat ibadahnya lantaran kecewa pada dirinya yang dipandang sebagai ahli ibadah. Meskipun pada akhir cerita, tuduhan itu tak terbukti, sebab bayi mungil yang dilahirkan wanita pelacur itu, biidznillah bisa berbicara menceritakan fakta sesungguhnya. Ada pelajaran berharga dari kisah ini; Betapa doa seorang ibu itu begitu mustajab.

Lalu, bagaimana jika sekiranya pernah „keceplosan‟ terlontar doa buruk pada anak kita? Guru kami, Ustaz Zaid Susanto hafizhahullaahu mengatakan, “Cara mencabut ucapan buruk pada anak kita adalah dengan berdoa di waktu mustajab, “Ya Allah, seluruh ucapan burukku untuk anakku, janganlah kau kabulkan.”

Sumber : Kitab Rakaiz Fii Tarbiyatil Abna

Instagram DT AQIQAH

Facebook DT AQIQAH

Youtube DT AQIQAH

Share this:

WhatsApp chat