Dinding Pemisah Akibat Perbedaan Usia | Daarut Tauhiid Aqiqah Bandung

Dinding Pemisah Akibat Perbedaan Usia

Mengutip sebuah artikel di KCM, Judith Sherven, PhD, penulis The New Intimacy: Discovering the Magic at the Heart of Your Relationship mengatakan, dinding pemisah akibat perbedaan usia, tentu saja ada, dan harus diakui. Anda sangat naif jika menganggap perbedaan umur yang mencolok bukan masalah.

Jika pasangan Anda empat atau lima tahun lebih muda atau lebih tua, maka perbedaan itu tidak banyak pengaruhnya. Namun, jika pasangan Anda sepuluh atau duapuluh tahun lebih tua atau lebih muda daripada Anda, maka perbedaan ini bisa menghasilkan kesulitan-kesulitan, tambah Sherven.

“Pasangan yang lebih tua, cenderung memiliki energi dan waktu lebih sedikit dan mungkin tidak lagi tertarik mengeksplorasi hal-hal baru. Pasangan yang lebih muda mungkin ingin ber- rock and roll sepanjang malam bersama kawan-kawan seusianya. Tentu saja ini membosankan bagi yang lebih tua,” ujar Sherven lagi.

Namun seberapa besar gap itu? Tergantung bagaimana pasangan tersebut menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada. Dinikmati saja, atau dibuat frustasi? Pertanyaan paling penting yang harus diajukan diantara pasangan ini, menurut Sherven adalah: “Siapakah kamu?” Tentu saja dalam arti luas, menyangkut pandangan hidup, pekerjaan, keluarga, kesukaannya, gaya hidup, dan lain-lain. Dan ini sangat membantu memahami perbedaan yang ada.

Wanita yang lebih tua menawarkan kebijaksanaan, dan pengalaman. Laki-laki yang lebih muda menawarkan ide-ide baru, khususnya tentang peran-peran dalam keluarga.

Diane Smith, seorang perawat di Inggris berusia 44 tahun yang menikah dengan laki-laki yang 14 tahun lebih muda mengatakan, “Anda tahu, laki-laki seusia saya, selalu mencari wanita yang dapat merawatnya,” katanya. “Saya sendiri menginginkan laki-laki yang dapat menjaga dirinya sendiri.” (KCM)

Yang tidak ia mengerti adalah mengapa laki-laki itu memilihnya, sementara banyak wanita muda dengan bentuk tubuh indah dan segar berkeliaran di luar sana. “Wanita sungguh tidak dapat mengerti, mengapa laki-laki menginginkan yang lebih tua, ketika keadaan mereka sendiri masih muda dan segar bugar. Apalagi masih banyak wanita muda dan cantik,” ujarnya.

Agaknya, lanjut Smith, laki-laki yang jatuh cinta pada wanita lebih tua cenderung melihat bahwa gadis-gadis cute itu sangat muda, manja dan lugu, bahkan terkadang bodoh. Sementara laki-laki berkembang dan tumbuh dengan menginginkan kesempurnaan, pemahaman, pengalaman, pengetahuan, sesuatu yang bisa diberikan oleh wanita yang lebih tua usianya, katanya.

Laki-laki yang lebih tua, kadang mencari gadis-gadis muda untuk membuatnya merasa kuat, jantan dan powerfull. Tidak demikian halnya dengan wanita lebih tua yang menikahi laki-laki muda. “Tidak seperti laki-laki, ego seperti itu tidak penting bagi wanita,” kata Smith. “Yang terpenting bagi kami adalah menemukan seseorang yang mencintai dan bisa menjadi teman terbaik,” tambahnya.

Hmm … semakin banyak kesamaan yang Anda miliki dan semakin tinggi komitmen yang Anda sepakati, semakin besar pula peluang yang Anda miliki untuk bisa mempertahankan hubungan itu. Jadi, kenapa tidak? (Bayu Gautama/sebagian artikel mengutip artikel di KCM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *