DAN TUHANMU AGUNGKANLAH | DT AQIQAH Bandung

DAN TUHANMU AGUNGKANLAH

Promo Daarut Tauhiid AQIQAH, dt aqiqah bandung, aqiqah cianjur, aqiqah sukabumi, aqiqah bekasi, aqiqah cikarang, aqiqah purwakarta, aqiqah subang, aqiqah sumedang, aqiqah tasikmalaya, aqiqah jogja,

Teringatlah pada firman Allah ‘Azza wa Jalla, :
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa cinta (wudd) (QS Maryam [19]: 96).
Inilah rasa cinta yang saling menguatkan. Ia menumbuhkan ‘izzah pada jiwa, sehingga tidak tunduk oleh gemerlapnya pakaian yang disandang manusia, tidak pula membusungkan dada karena menganggap diri sebagai bangsa yang paling mulia. Sebab, asal kita sama, bapak kita sama, Tuhan kita sama, dan tidak ada kelebihan atas suatu kaum dibandingkan dengan kaum lainnya kecuali karena takwanya.

Mari kita ingat kembali pesan Nabi Saw, semoga dengan itu, Allah Ta‘âlâ menjadikan pesan tersebut membekas kuat di hati kita. Kata Nabi Saw., “Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian, sama sucinya dengan hari ini, negeri ini, pada bulan ini. Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara. Tidak boleh ditumpahkan darahnya. Tuhan kalian satu. Bapak kalian semuanya Adam dan Adam dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling takwa. Tidak ada kelebihan orang Arab di atas orang asing kecuali karena takwanya.
“Apakah aku sudah menyampaikan kepada kalian?”

Tak ada orang yang layak untuk direndahkan hanya karena ia terlahir dari negeri yang berbeda. Padahal Tuhan yang disembah sama dengan yang kita sembah, dan jasad mereka kelak juga sama dengan jasad kita. Setinggi apa pun kemuliaan yang disebut manusia, jasad mereka akan dikebumikan hanya dengan selembar kain, sama seperti jasad kita kecuali bagi orang-orang yang dipanggil dalam keadaan syahid di medan perang karena berjihad untuk Allah ‘Azza wa Jalla.

Sungguh, telah berlalu sejarah berbagai bangsa di dunia. Kaum ‘Ad dan Tsamud sudah mendahului kita dalam meraih kejayaan di muka bumi, tetapi mereka telah dibinasakan oleh Allah Ta‘âlâ. Sejarahnya berhenti. Hanya puing-puing yang masih dapat kita lacak jejak-jejaknya. Pada masanya, mereka mampu membuat gedung-gedung yang tinggi dan besar. Tetapi, diri mereka kerdil, rendah, dan hina karena kesombongannya.

Telah berlalu kisah kejayaan Bagdad dengan madrasah-madrasahnya yang berpengaruh. Di Nizhamiyah, Bagdad misalnya, pernah lahir seorang Imam Al- Ghazali. Tetapi, bangsa yang besar dan disegani oleh manusia di seluruh dunia itu, telah dijatuhkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla tatkala jiwa mereka berubah.
Bangsa yang besar dengan peradaban yang tinggi itu, justru hancur dan tunduk oleh tentara Tartar. Padahal ketika itu, Tartar sangat kecil. Tetapi bukankah Allah Ta‘âlâ sudah berfirman,

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS Ar-Ra’d : 11)

Ketika menafsirkan “Innallâha lâ yughayyiru mâ bi qaumin, hattâ yughayyirû mâ bi anfusihim”, Ibnu Katsir menukil: Ibnu Hatim meriwayatkan dari Ibrahim, dia berkata: Allah mewahyukan kepada salah seorang nabi Bani Israil: Katakanlah kepada kaummu, “Tidaklah penduduk suatu negeri dan tidak penghuni suatu rumah yang berada dalam ketaatan kepada Allah, kemudian mereka beralih kepada kemaksiatan terhadap Allah melainkan Allah mengalihkan dari mereka apa yang mereka cintai kepada apa yang mereka benci.” Kemudian Ibrahim berkata: Pembenaran atas pernyataan itu terdapat dalam kitab Allah, “Innallâha lâ yughayyiru mâ bi qaumin, hattâ yughayyirû mâ bi anfusihim.” Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa-apa yang ada pada suatu kaum sehingga mereka mengubah apa-apa yang ada pada jiwa mereka.

Banyak hal yang patut kita renungkan, bagi diri kita maupun untuk mendidik anak-anak kita. Banyak hal yang harus kita pikirkan. Dan banyak hal pula yang perlu kita perbincangkan dari pesan Nabi Saw. saat di Mina untuk pendidikan anak-anak kita. Semuanya agar mereka kelak dapat meninggikan kalimat Allah di muka bumi. Bukan meninggikan diri dengan menggunakan kalimat Allah. Sesungguhnya, jika mereka meninggikan kalimat Allah di muka bumi, maka Allah akan meninggikan martabat mereka di hadapan umat manusia di seluruh dunia. Lebih di hadapan orang-orang kafir dan musyrikin.

Allah Ta‘âlâ telah berfirman, Hai orang yang berselimut! Bangunlah dan beri peringatan. Dan Tuhanmu agungkanlah. Dan pakaianmu bersihkanlah (QS Al- Muddatstsir [74]:14).

SUMBER : BUKU POSITIVE PARENTING Oleh Mohammad Fauzil Adhim

WA ADmin : bit.ly/InfoPaket-DT-AQIQAH

Instagram DT AQIQAH

Facebook DT AQIQAH

Youtube DT AQIQAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *