CORONA MENGINSTAL BUMI!

Merebaknya wabah virus Corona diberbagai negara tak terkecuali di Indonesia telah membuat sebagian warga ada yang panik ada pula yang tetap menanggapinya hal yang biasa saja, Wabah tersebut semakin hari menambah Korban jiwa maupun menambah orang-orang menjadi terpapar virus tersebut. Ulama dan pemerintah mulai memberikan himbauan kepada masyarakat, agar tetap tenang dan melakukan ikhtiar dalam pencegahan Virus Corona/Covid-19, serta perbanyak bertaubat dan berdoa kepada Allah agar terhindar dari wabah dan Allah segera mengangkat wabah tersebut

Adapaun tulisan dibawah ini tentang Virus Corona yang di tulisa oleh Dudung Nurullah Koswara

(Praktisi Pendidikan/Ketua PB PGRI).

CORONA MENGINSTAL BUMI!

Hampir  semua laptop yang kita pakai pernah diinstal. Laptop yang kita pakai bisa terkena virus, terlalu banyak data, sampah data dan sejumlah aplikasi yang tak perlu dan memberatkan. Kadang laptop kita ngadat! Software atau sistem sering terjadi error, ngehang, macet, dan not responding.

 

Laptop ngadat bisa terjadi dan menimpa siapa pun. Gegara laptop ngadat maka pekerjaan, pengetikan dan sejumlah giat yang mengandalkan laptop jadi terganggu. Apalagi di zaman ini laptop  error bahaya!  Laptop  yang baik  sangat membantu suksesnya sebuah pekerjaan.

 

Nah bumi yang kita pijak saat ini pun mirip laptop.  Pada hakekatnya identik  antara dunia laptop dan dunia bumi manusia.  Laptop  bagai bumi dan jaringan internet bagai sinyal Illahi dari langit.  Laptop karena sering dipakai, bisa ngehang. Dunia pun nampaknya sama.

 

Terutama kerusakan moral menjadi virus yang merusak “laptop” bumi manusia.  Bumi jadi cape dan ngehang. Terutama melihat kerusakan moral politik, agama dan keduniawian melintasi batas manusiawi. Agama dijadikan alat politik. Ulama jualan agama.

 

Hoaxs, ketidakjujuran, kriminalitas, narkoba, eksplorasi alam tanpa batas dan sejumlah  ketunaadaban lainnya terus mengelinding bagai bola salju hitam. Seruan para ulama, ajakan guru, motivasi para rohaniawan dan keteladanan orang-orang bijak tak dianggap. Lantas siapa yang dianggap?

 

Faktanya  tempat ibadat tidak sedikit yang dijadikan provokasi dan melawan pemerintah bahkan melawan nalar.  Dunia keagamaan idealnya  menjadi pengadem kehidupan berbangsa,  malah tidak sedikit yang  dijadikan alat sulut pertentangan. Agama menjadi alat kofar-kafir pada saudara beda agama.

 

Lembaga pendidikan  sejatinya mendidik karakter malah jadi industry pendidikan. Pendidik dan yang dididik malah berlaku sama-sama tidak jujur melakukan pelacuran intelektual.  Mulai dari UN sampai kelulusan doctoral ada yang manipulatif. Tidak sedikit anak miskin tidak bisa mengenyam pendidikan karena dana yang  dirasa bagai horor.

 

Dunia penyidik, penegak hukum malah jualan hukum. Mafia malah lebih banyak  dikalangan penegak hukum dibanding rakyat jelata.  Rakyat miskin mencuri ayam babak belur, belur babak dihakimi masa dan divonis sekian bulan. Koruptor dan oknum penegak hukum yang menjadikan sejumlah pejabat sebagai ATM aman-aman saja.

 

Dunia politik malah lebih parah lagi. Sejumlah anggota legislatif yang korup malah selfie begerombol.  Dunia politik yang tadinya seni dan pengetahuan tentang bagaimana mensejahterakan manusia dengan kebersamaan,  telah berubah.  Dunia politik jadi mata pencaharian. Suara rakyat dibeli dan saat duduk di legislatif  Ia pun jual beli. Bukan jual bela rakyat.

 

Di sejumlah negara fenomena animalis, banalis dan paganis ini banyak terjadi. Dunia perlu diingatkan. Diingatkan dengan al kitab tidak efektif. Diingatkan dengan para Ulama, Paus, Pendeta dan Rohaniawan tidak didengar. Sudah tak laku. Bahkan agama __sekali lagi__ jadi mainan politik.  Agama dan moral etika mulai tertimbun hal duniawi. Ustad kondang jadi pendukung satu pihak dan gagal paham.

 

Dunia bagaikan laptop. Dunia ngehang. Dunia bumi ini menepuk jidat sendiri.  Dunia mulai gak bisa bekerja menyeimbangkan ulah dan tingkah manusia. Ulah manusia menjadi zig zag dan membingungkan Sang Bumi. Bumi adalah laptop yang harus diperlakukan “manusiawi” Bumi adalah Ibu. Bumi  itu sacre dan  harus dirawat bukan dibebani berlebihan.

 

Agama hanya di KTP, Tuhan hanya diteriakan nyaring. Sumbu pendek dominan, orang cendikia dan baik takut bersuara.  Orang baik menulis dan berkata kebaikan sendirian. Ia diperlakukan bagai orang sinting. Orang edan jumlahnya ribuan bagai  dianggap lebih waras.  Sejumah orang baik menjadi  apatis namun ribuan orang jahat narcis mendominasi.

 

Dunia memang perlu “dikejutkan”. Tuhan punya cara ketika kehadiran-Nya dalam bentuk yang soft tidak deperhatikan lagi.  Sejumlah kode keras Tuhan dianggap fenomena biasa. Dalam fenomena alam ada tsunami, gempa, banjir bandang, topan badai, gunung meletus dll.

 

Dalam fenomena kemanusiaan  anak bunuh orangtua, orangtua bunuh anak. Anak  didik bunuh guru,  guru bunuh anak didik. Publik  sepelekan  para ulama, rendahkan derajat guru. Rakyat liar, penguasa tidak amanah. Manusia jadi hedon dan oportunis.

 

Sebagai pemilik laptop bumi,   Tuhan nampaknya sedang “mengintstal” bumi manusia. Kehadiran coronavirus nampak berasal dari Wuhan. Tuhan perlu memberi asbab yang rasional bagi manusia.  Tidak mungin coronavirus atau Covid-19 ditumpahkan makhluk Alien dari piringan terbang. Tuhan punya cara yang “manusiawi”.

 

Wuhan menjadi asbab. Kontroversi kisah antara China dan Amerika  yang dianggap bertanggung jawab hanyalah asbab duniawi. Hakekatnya Tuhan sedang “menginstal” bumi manusia. Bagaimana agar kita selamat. Nah ini penting. Agar kita tidak ikut lenyap  dan masih bisa hidup sesudah episode installer Ilahi.

 

Ada cara? Ada kalau kita ikuti pola install laptop. Semua data, termasuk diri kita harus pindah dari C ke data D atau E. Data C kita selama ini adalah data bawaan kita yang sudah mulai terkontaminasi.  Kita di C selama ini sudah lemot dan error. Kita wajib hijrah ke kehidupan D atau E.

 

Bila kita segera pindah diri dari C ke D  dan E, insyaallah kita akan aman melintasi masa sulit coronavirus.  Segala ikhtiar perpindahan dari C ke D dan E adalah berpindah takdir.  Dari takdir yang satu ke takdir yang lainnya.  Allah mempersilahkan! Siapa yang tidak berikhtiar malah tetap ingin di C dengan alasan “Hidup Allah Yang Atur” dipastikan Ia akan lenyap.

 

Lockdown, mingkem, asosial, menahan diri untuk tidak masuk di keramaian manusia sekali pun tempat ibadat, itulah ikhtiar dari C ke D dan E.  Lakukan yang terbaik selama masa install. Insyaallah kita akan dapat melanjutkan kehidupan bahkan akan jauh lebih baik.

 

Mengapa lebih baik? Karena biasanya kalau habis diinstal, laptop jauh  lebih   respon cepat tidak not responding. Pasca coronavirus atau Covid -19 percayalah hidup akan lebih baik. Ada kejut kolektif dan  pengalaman bersama yang tak  mudah dilupakan. Tragedi Covid-19 akan menjadi longterm memory positif.

Percayalah Tuhan itu maha kasih dan maha menyiapakan segala hal baik di depan kita semua. Ikhlaslah setiap data yang berada di C, sudah takdirnya kembali pada Ilahi. Rest in peace sahabat kita yang kembali, semoga surga terbaik bagi mereka.  Sebaliknya kita pun mari wujudkan surga adab dan peradaban agar dunia lebih baik! Lebih baik bagi orang lain. Orang lain adalah diri kita.

itulah tulisan dari beliau, semoga kita dapat mengambil hikmah dari tulisan tersebut.

Mari sahabat perbanyak bertaubat, do’a kepada Allah, dan Ikhtiar semaksimal mungkin, berusaha melaksanakan apa yang disampaikan para ulama, selama masih sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah maka mari mencoba melaksanakan semaksimal mungkin. Meminta Ridho Allah Subhanahu Wata’alla

semoga Allah segera angkat wabah ini, dan Allah berikan keindahan serta kenikmatan dalam menjalani ibadah dan kegiatan sehari hari kita

3 thoughts on “CORONA MENGINSTAL BUMI!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *