4 PELAJARAN YANG DIAMBIL ANAK KARENA CEROBOHNYA ORANGTUA | DT AQIQAH Bandung

4 PELAJARAN YANG DIAMBIL ANAK KARENA CEROBOHNYA ORANGTUA

Ayah dan Bunda, pahamilah empat pelajaran yang diambil oleh anak karena cerobohnya orangtua menuruti keinginan, yaitu :

1. Anak belajar berbohong dengan contoh yang sangat nyata dari orangtua. Ketika ada tamu dan anak meminta dibelikan es krim, bukankah tadi orangtua mengatakan tidak punya uang ketika ia merengek minta dibelikan es krim? Dan, bukankah orangtua ternyata dapat memberinya uang saat tamu datang. Padahal tamu datang tidak membawakan uang untuk orangtua.

2. Anak belajar memaksa dengan menggunakan tangis dan kekerasan sebagai cara. Ketika ia meminta baik-baik, orangtua tidak menuruti. Tetapi begitu ia berteriak keras, menangis, dan bila perlu mengamuk, orangtua segera memenuhi keinginan. Ini merupakan pengalaman yang sangat membekas bagi anak. Kesan yang sangat kuat dan mendalam itu akan menjadi “pegangan” dalam menghadapi orangtua.

3. Anak belajar mempermalukan orangtua dan kelak orang lain na‘ûdzubillâhi min dzâlik demi memperoleh apa yang ia inginkan. Belajar dari pengalaman menangis saat tamu datang, anak dapat menemukan pelajaran bahwa yang membuat orangtua bersegera menuruti adalah rasa malu. Orangtua tidak ingin kehilangan muka di hadapan tamunya, sehingga memenuhi keinginan anak secepatcepatnya begitu ada tamu datang.

4. Anak belajar tidak mempercayai orangtuanya. Bukankah orangtua sendiri yang mengatakan tidak punya uang? Dan bukankah orangtuanya pula yang ternyata mampu memberi uang saat tamu datang? Ini berarti orangtua telah berbohong. Orangtua tidak berbicara dengan qaulan sadîdâ perkataan yang benar sebagaimana diwasiatkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dalam Al-Quran Surah Al-Nisâ’ ayat 9. Orangtua menampik keinginan anak bukan dengan alasan yang benar; alasan yang mendidik, melainkan dengan alasan yang diada-adakan.

Tidak punya uang memang alasan yang paling mudah kita cari, terutama bagi kita para orangtua yang malas berpikir jernih. Agar ingatan kita lebih segar dan bekasnya di hati lebih kuat, mari kita simak kembali wasiat Allah Ta‘âlâ dalam Surah Al-Nisâ’ ayat 9:
“Dan hendaklah orang-orang pada takut kalau-kalau di belakang hari mereka meninggalkan keturunan yang lemah, dan mencemaskan (merasa ketakutan) akan mereka. Maka bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan qaulan sadîdâ
(perkataan yang benar).” (QS Al-Nisâ’ [4]: 9).

Masya-Allah! Begitu kecil kelihatannya, dan begitu besar akibat yang bisa timbul oleh kata-kata yang salah. Berawal dari hilangnya kesabaran dan keinginan untuk menyelesaikan masalah dengan segera (isti‘jâl), kita dapat menuai akibat yang sangat panjang. Hanya karena kita tidak tahan mendengar tangis anak yang tak begitu lama saat tamu datang, kita bisa menuai air mata yang tak habis-habis.

Hanya karena tidak ingin malu di depan tamu atau pengunjung toko dan supermarket yang sebenarnya tidak saling kenal, kita bisa menanggung malu yang lebih besar. Na‘ûdzubillâhi min dzâlik, tsumma na‘ûdzubillâhi min dzâlik. Semoga Allah yang membolak-balikkan hati, membaguskan akhlak anak-anak kita, memelihara iman mereka, dan meneguhkan kepercayaan mereka kepada kita selaku orangtua. Allâhumma âmîn.

Agaknya, ada yang perlu kita benahi kembali dalam hati kita, jiwa kita, ilmu dan pengetahuan kita, serta sikap kita. Sungguh, pada mulut kita terletak surga dan neraka kita. Pada mulut kita pula terletak surga dan neraka anak-anak kita. Maka apakah yang sudah kita lakukan? Semoga Allah ‘Azza wa Jalla membaguskan kita, keluarga kita, orangtua kita, dan keturunan kita seluruhnya. Semoga Allah Ta‘âlâ ampunkan yang salah dan tinggikan apa yang benar dari langkah-langkah kita untuk mempersiapkan anak-anak menjadi penolong agama-Nya. Allâhumma âmîn.

SUMBER : BUKU POSITIVE PARENTING Oleh Mohammad Fauzil Adhim

AQIQAH MUDAH, BERKAH DAN SESUAI SYARI’AH…

Informasi layanan aqiqah hubungi kami :
0813-1300-5300
081-313-488-488

WA ADmin : bit.ly/InfoPaket-DT-AQIQAH

Instagram DT AQIQAH

Facebook DT AQIQAH

Youtube DT AQIQAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *